Monday, October 18, 2010

Atas Nama Keikhlasan


Terkadang aku termenung, mengapa sedini ini semua terlimpah untukku, kenyataan demi kenyataan yang menghentak yang harus dihadapi tanpa boleh ada penolakan yang terungkap. Wajib bagiku sebagai hamba yang beriman atas segala ujian tuk ikhlas menerima, tapi aku bertanya terhadap diri sendiri, inikah yang dinamakan ikhlas, sementara pergolakan batin masih bergemuruh, ikhlaskah aku. Sekali lagi aku hanyalah manusia biasa yang tak luput dari segala khilaf dan dosa.

Bukan keluhan yang bertubi-tubi, tapi terkadang aku bertanya tentang keadilan , mungkin
sebuah permohonan yang wajar sebagai hamba yang lemah.

Lara yang mendalam tak henti menghujamku, ntah akupun bingung lara untuk apa, sedangkan semua sudah kehendakNYA, semua tlah kutrima, selama bertahun-tahun, tapi mengapa lara masih saja menghujam, padahal semua sudah terbiasa.

Kekuatan demi kekuatan yang mengikatku dari badai dan angin, membuatku masih berdiri dari kenyataan demi kenyataan ini. Subhanallah…hanya itu yang slalu keluar dari bibirku , rasa syukur atas anugerahNYA.
Ya Ilahi, bukan aku menantangi dengan segala cobaanMU, dengan memohon agar atribut sabar slalu terpatri dalam hidup dan jiwaku, semua hanya dengan kekuatanMU lah hambamu ini sampai keharibaanMU untuk selamat, disaat hariku sudah diambang penghabisan dari titik kehidupan.
Ya Ilahi, teguhkanlah kesadaran atas segala apa yang ada dalam kekurangan pada diri ini, karena aku tak luput dari segala kekurangan.
Ya Ilahi, cukuplah hambamu ini yang mendapat ujian yang terlalu panjang dan berat, semua yang tak mungkin aku hindari, karena kenyataan ini ada dihadapan slalu tanpa bergeming dan bergeser. Jangan biarkan hambamu yang lain merasakan sentuhan ujian ini, walau itu sudah menjadi dusurMu, akh…mengapa aku melawan takdir dari gerutuan ini, Ampun …duh Gusti, kelelahan dalam perjalanan menujuMU sedang datang menghampiri, aku berjanji aku akan slalu mencari bekal kembali, yang sepatutnya aku cari agar dahaga dan keroncongan hati dan jiwa tak kerontang yang menjadikan lelah.
Ya Ilahi, ampunku beribu- ribu, Kau maha dari segala maha, aku memohon... ampuni dosa-dosa dari gerutuan hati yang melawan dusurMU ini, karena dari lemahnya kelelahan batin yang kerontang.
“ Kau adalah pilihan dan kiriman Tuhan !” perkataan penguat darimu, yang selalu terngiang lembut menggema ditelingaku. Aku akan dan masih menyelami arti dua sisi yang kau berikan padaku. Satu sisi kau yang membuat aku untuk sabar dengan pilhanmu , sisi lain kata hikmah slalu kau sajikan untuk pengobat jiwa yang rapuh. Akh…kau membuatku selalu menjadi teka teki.

No comments:

Post a Comment