Friday, May 21, 2010

Ya Allah, Bilakah Cinta ini Berbunga


Cinta…
Ya Allah, kadang ia datang begitu kuatnya
Namun beberapa detik, beberapa waktu kemudian ia pergi entah kemana
Ya Allah, kadang hati menangis tersedu karena dosa dan alpa
Namun sejurus kemudian tertawa
Seakan lupa atas apa yang melanda

Ya Allah, bilakah cinta ini berbunga
Bilakah rindu ini menggema
Haruskah menunggu teguran-Mu datang
Lewat peringatan dan musibah yang menghadang
Dengan banjir bandang dan petir yang menyambar
Atau dengan sebagian keluarga yang hilang
Yang pasti tak sanggup aku menahan
Bilakah aku kembali dalam dekapan kasih sayang

Tolong hamba ya Allah
Agar selalu ingat akan cinta-Mu kepadaku
Hingga aku pun bisa terus belajar mencintai-Mu
Agar terpupuk dalam hati ini rindu
Rindu yang hanya untuk-Mu

By : Ibnu Abdul Rochman

Thursday, May 20, 2010

Diriku bukan apa apa ....


Sesungguhnya aku bukanlah apa-apa
Kecuali apa yang telah Dia rahmatkan
Sesungguhnya aku tidak mengetahui apa-apa
Kecuali yang apa yang telah ia beritahukan
Sesungguhnya aku tidak memiliki apa-apa
Kecuali apa yang telah Dia berikan
Hartaku, ragaku, ilmuku bahkan nyawaku
adalah milik dan pemberianNya
tanpa semuanya itu niscaya aku hanyalah,,,
aku hanya,,,
aku tak layak disebut hanya,
aku bukanlah apa-apa
bahkan bukanlah setitik debu di alam semesta yang luas.

Renungkanlah,,,menangis,,,
dan bersyukurlah,,,,,,,,
Renungkalah karenaNya,,,
Menangislah karena sesungguhnya kamu bukanlah apa-apa
Menangislah karena kamu tidak berarti apa-apa tanpaNya
dan bersyukurlah,,,,
Bersyukurlah karena kamulah yang dikehendakiNya
Bersyukurlah karena tanpa kehendakNya kamu takkan pernah ada
Bersyukurlah karena Dia berkehendak melaluimu
Bersyukurlah karena kamulah kepanjangan tangan dariNya.
Menjadikan bumi seperti di dalam surga
Jika saat ini kamu sakit,,,
bersyukurlah,,,
karena dahulu Allah telah mengizinkanku menikmati sehat
Jika saat ini kamu miskin
bersyukurlah,,,
karena dahulu Allah telah memanjakanmu dengan kekayaan
Jika saat ini kamu renta
bersyukurlah
karena dahulu Allah telah membahagiakanmu dengan kemudaan
Bersyukurlah selalu akan kehadiran hari ini
Bersyukurlah selalu akan keindahan masa lalu
Dan berharaplah hanya kepadaNya akan kebahagiaan yang akan datang kepadamu
Bersyukurlah selalu,,,selalu di setiap waktu akan segala nikmatnya,,,,
niscaya syukurmu takkan pernah dapat menghitung nikmat dan rahmatNya
Karena ibadah lima ratus tahun tanpa henti pun hanya dapat menebus nikmat mata
Dan bersyukurlah selalu karena kamu telah dikehendakiNya
diberiNya hidup, diizinkan untuk menikmati hidup karenaNya
dan sangat amat disayangi dan dikasihiNya
Bersyukurlah karena pada hakekatnya
Kamu Bukanlah apa-apa!!!
Aku Bukanlah apa-apa!!!

Memberi Dengan Kasih


Pada suatu malam di Rumah Amalia, anak-anak sedang mendapatkan tugas menulis apa yang telah dilakukannya pada siang hari. Mayang terlihat kebingungan tidak memiliki pensil. Syifa mengeluarkan pensilnya dan memberikan salah satu pensilnya untuk Mayang. Wajah Syifa tersenyum dan Mayang tak lupa mengucapkan 'Terima kasih ya Syifa.'

Betapa indahnya saat tangan diatas sedang memberi disertai dengan senyuman yang tulus. Untuk bisa memberi dan berbagi pada orang lain, barangkali kita tidak perlu menunggu untuk menjadi orang kaya terlebih dahulu. Memberi dan berbagi adalah wujud dari sifat ar-Rahim, Maha Kasih dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Terbayangkah oleh kita bila memberi disertai dengan cacian dan hinaan? Tentunya itu sangat menyakitkan bagi yang menerima. Maka memberi saja tidaklah cukup, mesti dibarengi dengan sifat kasih yang diwujudkan dalam bentuk seuntai senyuman.

Pemberian yang indah adalah pemberian yang disertai dengan kasih, seuntai senyuman membuat orang yang menerima merasa bersyukur dan berterima kasih kepada yang memberi. Sesungguhnya disaat kita memberi dan berbagi sebenarnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala sedang memberikan kesempatan kepada kita mewakili sifat RahimNya, Maha KasihNya. Sebab Allah berkenan memberikan kita kekuatan hingga kita mampu memberi dan berbagi kepada orang lain.

--
'Sesungguhnya Allah hanya merahmati hamba-hambaNya yang penuh kasih.' (HR. Bukhari).

Pengorbanan......,arti sebuah cinta suci


Sepasang kekasih sedang melaju lebih dari 100 km/jam di jalan dengan sebuah motor.

Perempuan : Pelan-pelan, aku takut .

Laki-laki : tidak,ini menyenangkan .

Perempuan : Tidak,ini sama sekali tidak menyenangkan . Please aku takut !

Laki-laki : Baik, tapi katakan dulu bahwa kau mencintaiku .

Perempuan : Aku mencintaimu! sekarang pelankan motornya !

Laki-laki : Sekarang beri aku pelukan yang erat .

( Lalu perempuan itu memeluknya )

Laki-laki : Bisakah kamu melepaskan helmku & kamu pakai ? Helm ini sangat mengganggu saya .

( Perempuan itupun menurutinya )

Keesokan harinya,ada berita di koran sebuah sepeda motor menabrak gedung,karena remnya blong .

Ada 2 orang di atas sepeda motor itu,tetapi hanya 1 orang yang selamat .

Yang terjadi sebenarnya adalah bahwa di tengah jalan, Laki-laki itu menyadari bahwa rem motor mereka rusak, tapi dia tidak ingin membiarkan kekasihnya tahu .

Dia meminta kekasihnya berkata dia mencintainya & merasakan pelukannya, karena dia tahu itu saat terakhir bertemu dengan kekasihnya .

Dia menyuruhnya memakai helm supaya kekasihnya akan tetap hidup, walaupun itu berarti ia yang akan mati .

Pernahkah anda mencintai seseorang sampai sebesar ini ???
Ataukah hanya sebatas memperhatikannya peduli, menelpon / mengirimkannya sms hanya untuk membuatnya bahagia ?
Pernahkah anda mengatakan "AKU MENCINTAIMU" padanya ?
Ataukah anda menunggu untuk mengatakan itu disaat kamu berada dlm situasi seperti di atas motor itu ?
Jika tidak,kamu masih punya kesempatan untuk mencintainya lebih lagi.
JAngan menyimpan rasa cinta itu hanya di dalam hati . Katakan padanya bahwa kau mencintainya .

Karena anda tidak pernah tahu,apakah besok kamu masih punya waktu dan kesempatan untuk mengungkapkannya .

Cerita ini telah disebar melalui berbagai media, supaya setiap hari anda tidak pernah lupa bahwa anda masih memiliki waktu & kesempatan u/ berterimakasih, menyatakan cinta, memberikan satu cinta kpd orang yg kmu sayangi krn HIDUPLAH untuk HARI INI KRN TDK TAHU APAKAH QT AKAN BERTEMU HARI ESOK

Sumer : Aku pasti bisa.......

Sunday, May 16, 2010

Surat untukmu, IBU.....!


Hari ini jam 11:39
Pada kesunyian dunia yang terlalu dingin untuk bersuara. Dan disela-sela godaan sang angin pada pepohonan. Sejenak mengantarkanku pada perenungan tentang seorang Ibu. Wanita yang memberikanku curahan kasih sayang tanpa henti. Ia laksana melati yang tebarkan harum wewangian tanpa pernah meminta balasan. Ia jugalah yang memberikan tempat bernaung untuk anak-anaknya. Takkan pernah sanggup membalas curahan kasih sayangnya padaku. Takkan pernah mampu menghitung ribuan cintanya padaku. Sembunyikan peluh yang membasahi tanah demi diriku. Membasuh airmata yang terurai karena tingkahku. Ia tanamkan harapan pada jiwa sesosok anak manusia. Membingkaikan mahkota dikepala sebagai simbol penerus masa depan. Rela geletakkan tubuhnya pada kasur yang bersimbah darah. Umpatan, cacian, dan makian yang terdengar takkan menyurutkan ikhlasnya. Ia bahkan rela menanggalkan arti sebuah kebahagiaan. Ia bahkan rela bersujud dihadapan anjing-anjing kekuasaan. Membelaiku saat tubuh terasa lemah oleh goresan-goresan waktu. Mengobatiku saat hati tercabik-cabik oleh jilatan para serigala. Membimbingku saat dua sisi memaksaku untuk memilih. Sehingga bimbang tak lagi melekat di peraduan akal dan pikiran. Tak pernah sedikitpun terucap kata pamrih darinya. Walau seharusnya ia mampu untuk memintanya kembali.

Ibu.. Ya.. Ibu.. Engkau menuntunku disetiap waktu menuju arah yang tepat. Engkau antarkan aku didepan gerbang kebahagiaan. Gerbang yang semestinya aku tapakkan laju langkahku. Hingga tak pernah ku sadari bahwa kau selalu mengawasiku bila ku terjatuh. Kau mengajarkan padaku tentang apa arti hidup. Agar aku dapat tetap tegar hadapi waktu yang selalu menikamku dengan perih. Menatap pasti setiap mimpi yang kan berarti. Mewujudkan semua keinginanku meski tak mudah untuk kau penuhi. Engkaulah yang selalu senandungkan suka disaat duka. Hingga duka yang kau jinakkan mampu terevolusi menjadi suka. Engkaulah yang selalu memberiku nuansa disaat hati terasa gundah.

Memapahku pada kesejukkan bahumu ketika ku bersedih. Saat dimana hati ini terlalu letih untuk menapaki hari. Kau sejukkan nuraniku ketika ku terkapar dalam kesenjangan lingkungan. Mereduksikan amarahku dalam kelabilan masa remaja. Ketika jalan terjal hidupku menemui statis. Kau memberiku wejangan-wejangan indah yang bermakna. Hingga tak pernah sekalipun kau membiarkanku terjebak dalam nestapa. Sebuah pengorbanan yang tak pernah mampu ku balas hingga akhir zaman. Selama hayat masih dikandung badan. Sepanjang masa, takkan pernah ku lupakan dirimu Ibu..

Ya Allah.. Wahai Tuhanku.. Berikanlah kebahagiaan pada ibuku hingga akhir waktu. Karena aku akan membahagiakannya sebagai bukti bahwa aku cinta padanya. Setulus kasih sayangku sebagai seorang anak. Aku akan bersujud dan merebahkan lututku ditelapak kakinya. Ia pasti kecewa jika hipokritas kehidupan membuatku terjungkal. Oleh karena itu, aku harus bangkit dari keterpurukkan yang selama ini membelenggu. Menyusuri setiap mimpi dan harapan yang menggarisi cita-cita. Membalas kepercayaan yang telah terbangun darinya. Hingga ku dapat taklukkan gelombang pasang yang menerjang. Dan mengokohkan diri agar tak mudah hancur terbawa arus. Wahai Ibuku.. Aku berjanji untuk tidak menjadi seorang pengecut. Seperti yang kau idam-idamkan dariku. Aku juga tidak ingin seperti mereka yang keluar rumah dengan perasaan takut. Hingga membuat langkah mereka menjadi gemetar dalam gambar hari esok yang kian berwarna pekat.

Ibu, maafkanlah jika aku merasa malu mengutarakan isi hatiku ini dihadapanmu. Mencoba beranikan diri untuk merangkai makna dari tangisan jiwa disepanjang malam. Karena hanya dari coretan-coretan ini aku mampu melukiskan besar rasa cintaku padamu. Hingga keluh kesah inilah yang akan menuntunku untuk menjadi tegar. Percayalah Ibu.. Percayalah bahwa pengharapanmu padaku takkan pernah membuatmu kecewa. Akan ku pelihara selalu senyumku agar tak menjadi palsu. Akan ku nikmati kesedihan dan berusaha menjadi tangguh. Akan ku hadapi hidup ini dengan iman dan kesabaran. Serta mensyukuri karunia yang telah diberikan oleh-Nya seluas langit dan bumi. Sekali lagi.. Terimakasih Ibu.. terimakasih atas segala materi yang telah kau beri. Terimakasih atas segala petuah yang telah kau hidangkan pada diri ini. Dari ujung hati ini, ijinkanlah buah hatimu untuk berikrar ikhlas tentang ungkapan rasa terimakasih.. Dari anakmu yang selalu merindukanmu..