Tuesday, December 8, 2009

Ketika SHOLAT terabaikan


Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.
Dan sesunguhnya yang demikian itu (sangatlah) berat,
kecuali bagi orang-orang yang khusyu’
(QS. Al Baqarah [2]: 45)


Saudara pembaca kajian wisatahati, saat ini kita sedang berada di suatu bulan, yaitu bulan rajab di mana 14 abad yang lalu Rasulullah SAW mendapat perintah shalat lima waktu dari Allah SWT pada malam mi’roj 27 rajab sepuluh tahun tiga bulan setelah kenabian beliau. Saya tidak akan membahas kisah monumental tersebut di sini tapi lebih kepada akibat yang akan Allah SWT ganjarkan bagi orang-orang yang melalaikan dan meninggalkan shalat sebagai sebuah bahan perenungan bagi kita.
Berdasarkan pengalaman kami membuka layanan klinik konseling spiritual di berbagai daerah di Indonesia untuk menyapa saudara-saudara kita yang sedang bermasalah dan menghajatkan sesuatu tapi tak kunjung terjawab. Kami mengajak mereka untuk mendatangi Allah SWT terlebih dahulu sebelum jauh-jauh ikhtiar mencari solusi, kami mengajak saudara-saudara kita untuk menemukan penyebab kesulitan diri sebelum beranjak mencari solusi. Di antara penyebab kesulitan diri adalah ditinggalkannya shalat atau mungkin hanya lalai saja, atau mungkin shalat tapi kurang bergizi shalatnya. Terkdang kita kurang sadar bahwa shalat adalah media kita berdialog dengan Tuhan, shalat adalah salah satu cara kita selaku makhluk bersyukur kepada Allah robbul jalaal.

Seberapa banyakkah orang Islam yang tidak shalat? Coba kita tengok rumah-rumah keluarga muslim, kadang ada saja yang meninggalkan shalat. Suami shalat, istri shalat, anak tidak shalat. Suami shalat, anak shalat, eh… sang istri yang tidak shalat. Istri tekun shalat eh malah suami yang shalatanya belang belentong. Katanya mau menjadi keluarga sakinah, mawaddah warrahmah. Atau dalam lingkup perusahaan, Direksinya shalat, managernya shalat stafnya shalat eh.. karyawannya enggak sempat shalat. Karyawannya shalat, stafnya shalat eh para pemegang jabatan yang tidak sempat shalat dan seterusnya.

Wajar kemudian bila Rasulullah SAW kala hendak menghembuskan napasnya yang terakhir beliau berpesan dan menekankan tentang pentingnya menjaga shalat terhadap bukan saja kita, tapi juga terhadap orang-orang yang menajdi tanggungjawab kita, “alaikum bish sholah wama malakat aymanukum, kewajiban atasmu shalat, dan orang-orang yang menjadi tanggungjawabmu”. Begitu pentingnya shalat hingga beliau berpesan demikian, karena memang shalat adalah tiang agama, shalat adalah amal yang pertama kali dihisab pada hari penghitungan, bila shalat kita benar maka benarlah semua amal kita namun bila shalat kita rusak maka rusak pulalah seluruh amal kita. Bahkan Rasulullah mengatakan bahwa perbedaan antara muslim dan kafir adalah meninggalkan shalat.

Saudara, ketika kita memliki penyakit, sebelum berikhtiar jauh-jauh mencari kesembuhan, kita cek dulu shalat kita. Allah memberikan nikmat kepada kita berupa badan sehat, tapi kita enggan berterimakasih kepada-Nya diantaranya melalui shalat. Kita menghendaki badan bagus, badan sehat tapi kalau tidak shalat, sama saja kita telah mengundang penyakit datang. Atau boleh jadi shalat sih sudah dilakukan, tapi kurang serius, lalai, kurang bermutu. Shalat tidak tertegakkan dengan baik Cuma sekedar menggugurkan kewajiban (barooahminadz dzimmah) saja. Maka ketika shalat tersebut rusak, rusak pulalah fungsi badan kita. Ketika shalat sudah mulai tertata rapi, sudah mulai diperbaiki, sudah mulai bermutu maka badanpun akan terjaga dan bermutu. Ketika memiliki hutang, ketika rumah tangga tak tentram, rebut melulu, kurang harmonis, ketika kesulitan membelenggu kehidupan, ketika kesedihan menjadi pakain sehari-hari, sebelum jauh-jauh mencari solusi mari kita cek dulu shalat kita…

Saudaraku… Mencari dunia itu gampang, mencari uang itu mudah, carilah dulu Pemiliknya, carilah dulu Pemberinya, Menghilangkan kesusahan itu gampang, menghilangkan penderitaan itu mudah, dekatilah dulu Allah Yang Maha Berkehendak, Allah yang punya pertolongan, Allah yang punya jalan rizki, Allah yang memberikan masalah, kepada-Nya pula kita mesti minta solusi.

Selamat memperbaiki diri menjadi ahli shalat yang khusu’, manjadi ahli shodaqoh yang ikhlas, menjadi pejuang yang gigih. Hingga masa depan adalah milik kita bersama.


Diambil dari : Catatan Yusuf Mansur Network

No comments:

Post a Comment